
Pondok Labu, Cilandak — MI Miftahul Umam turut berpartisipasi dalam program Sekolah Ekoteologi yang diselenggarakan dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta.
Melalui program ini, MI Miftahul Umam berupaya menanamkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar menjaga kebersihan, melainkan juga merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan sumber daya alam yang telah dianugerahkan kepada manusia.
Konsep ekoteologi mengajak warga madrasah untuk memandang kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual. Bumi merupakan amanah yang harus dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Hemat Energi dan Manfaatkan Barang Bekas
Dalam upaya mewujudkan madrasah yang peduli lingkungan, MI Miftahul Umam mengangkat sejumlah aksi nyata, di antaranya menghemat energi, memanfaatkan barang bekas, dan membangun kebiasaan menjaga lingkungan.
Hemat energi menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan menggunakan listrik secara bijak merupakan bentuk kepedulian terhadap sumber daya alam sekaligus upaya mengurangi pemborosan energi.
Selain itu, pemanfaatan barang bekas menjadi bagian dari pembelajaran kreatif dan edukatif bagi warga madrasah. Barang-barang yang masih dapat digunakan diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi sampah dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya penggunaan sumber daya secara bijaksana.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Menanamkan Nilai Ekoteologi dalam Kehidupan Sehari-hari
Program Sekolah Ekoteologi juga menjadi sarana untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga bumi dipahami sebagai bagian dari ikhtiar manusia dalam menjalankan amanah Allah SWT.
Nilai tersebut diharapkan tumbuh dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, rumah, maupun masyarakat. Siswa diajak untuk membangun kebiasaan hemat energi, tidak menyia-nyiakan barang yang masih dapat dimanfaatkan, serta berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
MI Miftahul Umam meyakini bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan perlu dilakukan sejak dini. Melalui pembiasaan dan keteladanan, siswa dapat belajar menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap alam.
Bersama Mewujudkan Madrasah Berkelanjutan
Partisipasi MI Miftahul Umam dalam program Sekolah Ekoteologi dan lomba yang diselenggarakan oleh BDK Jakarta diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh warga madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Madrasah juga mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan peduli lingkungan dengan memulai langkah sederhana dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.
Dukungan publik terhadap aksi ini turut diharapkan dapat memperluas penyebaran pesan positif mengenai pentingnya menjaga bumi. Masyarakat dapat memberikan dukungan melalui akun Instagram @mi.miftahulumam dan @bdk_jakarta dengan mengikuti akun, menyukai, serta memberikan komentar pada video kampanye yang dibagikan.

Melalui semangat kebersamaan, MI Miftahul Umam berharap aksi sederhana ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan tindakan nyata bagi lingkungan.
Satu tindakan kecil hari ini, untuk bumi yang lebih baik di masa depan. Dengan menanamkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari nilai keimanan, MI Miftahul Umam terus berupaya membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT.
